Cerita Bahagia dan Ucapan Terima Kasih dari Batas Kota
23 Dec 2011
Selamat datang kembali di blog pribadi saya yang sederhana ini…
Pada Postingan kali ini saya akan menceritakan sebuah cerita kebahagiaan dari Batas Kota “Mandai” (mungkin ceritanya agak sedikit LEBAY, jadi mohon di maklumi saja). mungkin bagi para pembaca yang telah berteman dengan saya di facebook, sudah mengetahui cerita bahagia apa yang akan saya ceritakan kali ini. oke, cerita ini akan saya mulai dari awal…
Oktober 2005, berawal dari pertemuan saya dengan seorang wanita di kampus STMIK AKBA, namanya Permanasari (wanita pendiam yang gemar menabung di mall)
, waktu itu saya bertemu dengannya pada saat Bina Akrab Mahasiswa Baru STMIK AKBA (kebetulan kami berdua sama-sama berstatus mahasiswa baru) dan setelah beberapa hari kami sering bertemu dikampus, hanya dalam waktu singkat, akhirnya sayapun berhasil membujuk dia untuk menjadi pacar saya (tepatnya pada tanggal 05 Oktober 2005).
Singkat cerita, Setelah 6 tahun menjalin hubungan dengan wanita tersebut, akhirnya pada tanggal 18 Desember 2011 saya harus ihklas Memutuskan dia untuk tidak menjadi pacar saya lagi… (Lue Gue END)
.
Kenapa harus putus??? Jawabannya karena pada hari itu saya akan mengucapkan kalimat ijab kabul didepan para saksi serta memasangkannya cincin yang menandakan bahwa wanita tersebut akan resmi menjadi Istri saya.
Gambar diatas adalah gambar ketika saya melaksanakan “Mappanre Temme” salah satu rangkaian acara sebelum Menjelang Acara Akad Nikah.
Gambar diatas adalah gambar pada saat saya melaksanakan acara “Mappacci” yang dimana ini adalah salah satu rangkaian acara dari sebuah pernikahan sesuai Adat Bugis Makassar.
Gambar diatas adalah gambar pada saat saya mengucapkan Ijab Kabul didepan para saksi. Jujur saja, sewaktu saya akan mengucapkan Kalimat Ijab Kabul tersebut, rasa tegang, gugup, gelisah, dan rasa-rasa yang lain seakan semua bercampur menjadi satu, sangat berbeda ketika saya membawakan materi di depan banyak orang sampai berjam-jam lamanya. Padahal kalimat yang akan saya ucapkan begitu pendek dan hanya memakan waktu berapa detik saja, (mungkin karna suasana yang begitu sakral sehingga membuat saya begitu tegang dan gugup).
Tapi setelah saya selesai mengucapkan kalimat Ijab Kabul Tersebut sayapun mendengar suara dari sisi Kiri saya mengatakan SAH, dan dilanjutkan dari sisi Kanan juga mengatakan SAH, Beban fikiran, Tenaga, dan semua rasa gugup serta ketegangan tiba-tiba langsung menghilang dan tergantikan dengan rasa Kebahagiaan. Dan saat itu juga sayapun akhirnya resmi menjadi suami dari wanita yang bernama Permanasari. WAWW,…
Rasa Syukur yang tak terhingga tidak henti-hentinya saya panjatkan Kepada Allah SWT atas kebahagiaan yang telah diberikan kepada saya saat ini, dan juga kepada seluruh Keluarga serta teman-teman saya yang sudah ikut membantu sampai acara pernikahan saya selesai, mungkin tampa bantuan kalian semua saya tidak pernah bisa menikmati hangat dan nikmatnya teh racikan dari tangan seorang wanita yang ada disamping saya saat ini. ![]()










Comments
energy certificates for buildings
Leave a Comment